Jakarta, fokal.id – Awal tahun 2021 masa pandemi masih merajalela membuat roda perekonomian lumpuh dan bisnispun bertumbangan, ini juga yang dirasakan Diyanto yang mengalami bisnisnya bangkrut, deposito habis, mobil digadaikan sampai rumahpun sempat ingin dijual. “Saat itu bisnis saya kelontongan seperti jual Hp, sepatu, barang-barang elektronik, meskipun saya juga seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta daerah Cikarang,” ujar Diyanto.
Ada salah satu pelanggan saya mau pesen HP, saya ingat waktu itu Senin Bulan Desember 2021, pas saya pulang ditahan jangan pergi dulu, temen saya ini menawarkan umrah dengan membayar daftar 1,5 juta, tanpa pikir panjang saya mengiyakan, padahal saya pegang duit 2 juta doang hasil jualan HP, itupun buat keperluan sehari-hari, sisa uang 500 ribu, tidak lama istri telpon minta beliin token, langsung buru-buru saya pulang cium kaki istri dan meminta maaf, saya jelaskan uangnya buat bayar daftar umrah, sempat berdebat dengan istri, bagaimana bayarnya, saya meyakinkan istri, ikut program umrah dulu bayar kemudian, dan saya meyakinkan saya bisa mengumpulkan selama 9 bulan hasil dari gaji buat DP umrah.
Singkat cerita berjalannya waktu ada teman namanya Pa Dedi yang sudah 10 tahun lebih lepas kontak tiba-tiba ada staff dari perusahaan Robotech Cikarang hubungi saya menginfokan dari Pa Dedi untuk menyediakan computer dan laptop sebanyak 40 unit, kebetulan perusahaan baru, memang bisnis saya waktu itu juga menyediakan barang-barang elektronik, saya carikan dan Alhamdulillah dapat dan cocok langsung dibeli. Kemudian mendapatkan pesanan lagi kedua kalinya sebanyak 40-50 unit, saya mendapatkan fee dari hasil pengadaan tersebut sekitar 40 juta. Yang tadinya saya mau umrah bulan Agustus mengumpulkan dari gaji, qodarullah bisa berangkat Bulan Maret 2022.
Waktu pandemi dengan prosedurnya yang sangat ketat, Alhamdulillah Diyanto bisa berangkat dengan rombongan Samira yang bisa memberangkatkan satu pesawat full karena mendapat rekomendasi dari Kementerian Agama, dan hanya Ustadz Fauzi Pimpinan Samira Travel yang sanggup dan berani memberangkatkan jamaahnya. Dari Kemenag juga hanya satu travel yang diijinkan saat itu yaitu Samira Travel dan mendapatkankan rekor Muri.
Samira Travel juga yang pertama kali mencanangkan umrah dulu bayar belakangan, memudahkan jamaah yang ingin umrah tapi terkendala biaya, program ini banyak diikuti travel lainya, Samira menggandeng lembaga keuangan Amitra sebagai vendor pembiayaan umrah, program ini juga sudah resmi mendapatkan persetujuan dari MUI. Samira Travel paling amanah karena apabila ada kelebihan pembayaran jamaah akan dikembalikan secara full dan diinfokan secara transparan. Meskipun harganya lebih tinggi karena Samira memberikan kualitas terbaik untuk jamaahnya.
Diyanto banyak mendapatkan hikmah yang luar biasa, membuat kehidupanya berubah 180 derajat, selain rezeki terus mengalir, hutangnya lunas dan melalui Samira Travel Diyanto mendapatkan reward mobil expander. Diyanto membagikan pengalamannya yang inspiratif yaitu jangan pernah menyerah dengan keadaan, amanah dalam menjalani bisnis jangan bermain dengan uang gimana caranya bahagiakan orang lain, ketika kamu membahagiakan orang lain, pasti kamu akan dibahagiakan! (Dita)




