Jakarta, fokal.id – Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, melalui Institut français d’Indonésie (IFI) dan Campus France, menggelar acara France Alumni Day 2025, yang diselenggarakan pada tanggal 14 Juni 2025 di Artotel Mangkuluhur, Jakarta. Perayaan tahunan ini mempertemukan para profesional Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan tinggi di Prancis dengan perusahaan-perusahaan Prancis dan Indonesia, dalam sebuah forum yang dinamis untuk membangun jejaring, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi antar sektor.
Acara ini diadakan dua minggu setelah kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia, merupakan cerminan nyata dari eratnya hubungan Prancis-Indonesia yang berkembang pesat – terutama di bidang pendidikan dan diplomasi antar masyarakat (people-to-people diplomacy). Di saat kedua negara memperingati 75 tahun hubungan diplomatik, France Alumni Day 2025 menegaskan peran sentral para alumni dalam membangun jembatan berkelanjutan antar bangsa.
Melalui acara ini, para alumni menjadi salah satu aktor yang merefleksikan keunggulan pendidikan tinggi di Prancis, yang mana Prancis berada di peringkat ke-3 untuk negara yang paling banyak diwakili pada Shanghai Ranking 2024. Berdasarkan institusi-institusi pendidikan tinggi kelas dunia tersebut, Prancis telah mengembangkan kebijakan untuk meningkatkan daya tariknya bagi mahasiswa internasional, terutama melalui agen khusus, yaitu Campus France, yang secara luas tersebar di Indonesia – dengan perwakilan di Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Dalam pidatonya pada pembukaan France Alumni Day 2025, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, YM Fabien Penone mengumumkan bahwa pemegang gelar master Prancis bisa memenuhi syarat untuk mendapatkan visa sirkulasi (5 tahun) – asalkan mereka mengajukan aplikasi lengkap dengan dokumen pendukung yang diperlukan.
“Di saat proteksionisme kembali meningkat, saya sangat bangga untuk mengatakan bahwa Prancis selalu mempertahankan tradisi yang telah berusia berabad-abad dalam menyambut bakat-bakat dari seluruh dunia. Perbatasan Prancis tidak pernah tertutup bagi pelajar internasional, bahkan selama krisis COVID,” ujarnya.
Tahun ini, France Alumni Day 2025 mengangkat tema “The Future of Work: How AI and Automation Will Shape Our Jobs”, yang merefleksikan transformasi global yang tengah berlangsung di dunia kerja dan teknologi. Acara ini sekaligus menjadi panggung untuk menunjukkan kontribusi alumni Prancis asal Indonesia dalam mendorong inovasi, kerja sama internasional, dan pembangunan nasional.
Rangkaian acara mencakup diskusi panel mendalam dengan para ahli dari berbagai institusi ternama seperti Blue Bird Group, Robert Walters, dan Otoritas Ibu Kota Nusantara (IKN), yang membahas bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) dan otomasi mengubah lanskap industri dan karier. Selain itu, tersedia sesi mentoring karier di mana lulusan baru maupun masyarakat umum dapat berkonsultasi langsung dengan alumni senior untuk mendapatkan arahan, dukungan, dan inspirasi — sebagai wujud kontribusi konkret alumni Prancis terhadap pengembangan SDM Indonesia.
Adiguna Mahendra, Alumni Master & Doctor Universite Bourgogne Jerman memaparkan bagaimana AI dan data dikembangkan di IKN sebagai kota modern smart city sebagai ibu kota yang akan menjadi banch mark bagi kota-kota lain di Indonesia, dijelaskan ada 6 domain yang penting dalam pembangunan smart city terkait dengan government, kesehatan, industri, bangunan cerdas, energi dan lingkungan.
Dengan latar belakang pendidikan komputer vision dan robotic selama di Prancis menurut Adhiguna sangat berhubungan dengan pekerjaan yang sekarang dibidangi, “Sebagai doktoral mengenai industrial komputer vision dan mesin learning dimana saya membangun sistem komputer vision untuk industri, sementara yang saya bangun sekarang yaitu smart city yang tentunya pasti banyak terkait bagaimana membuat sistem cerdas berdasarkan surveylan sistem kamera cctv kemudian membangun sistem cerdas berdasarkan sensor-sensor yang membutuhkan komputer vision,”ujarnya saat wawancara dengan team Majalah Fokal.
Kegiatan France Alumni Day 2025 ini menurut Adhiguna sangat bagus dan menarik, bisa banyak ketemu dengan para alumni dan jadi ajang reuni dan silaturahmi.
Selain itu, para peserta juga berkesempatan untuk menjelajahi pameran inovasi yang menampilkan perusahaan rintisan dan bisnis yang didirikan oleh para alumni, serta perusahaan Prancis dan Indonesia yang mencari talenta baru dan kemitraan. Berdasarkan data registrasi, terhitung 533 alumni dan publik berpartisipasi pada acara France Alumni Day tahun ini, peserta termasuk para perekrut, pengusaha, dan pembuat kebijakan, sehingga menjadi ajang yang tepat untuk business matching, perekrutan, dan kolaborasi internasional.
Kesempatan ini juga menjadi ajang untuk memberikan penghargaan kepada individu-individu berprestasi yang karier dan inisiatifnya menunjukkan semangat kerja sama Prancis-Indonesia. Mulai dari diplomasi dan pendidikan hingga teknologi dan kesehatan, para alumni secara aktif membentuk narasi hubungan bilateral melalui wawasan global dan komitmen mereka terhadap kemajuan. Salah satu yang menarik adalah presentasi khusus dari I Dewa Made Agung Kertanegara, alumni Université Panthéon Sorbonne dan staf ahli Menteri/Kepala Badan Gizi Nasional yang mempresentasikan karya dan kontribusinya dalam program “Makan Bergizi Gratis” – sebuah contoh bagaimana alumni memfasilitasi kolaborasi nyata dalam kebijakan publik dan kesejahteraan sosial.
Dalam presentasinya Dewa menjelaskan program Makan Bergizi Gratis(MBG) sudah digagas sejak tahun 2023, dimana Dewa yang bertugas sebagai tenaga ahli kepala badan bersama teamnya yang membuat format serta kajianya.
Dengan melakukan riset dari 11 negara dan sudah ada koalisi makan bergizi gratis di dunia dengan leadernya yaitu Prancis, Brazil dan Finlandia, dan untuk sistem kita di Indonesia jauh lebih bagus dari negara lain, negara lain subsidi sedangkan di Indonesia komplet free.
Program MBG ini sudah 4 juta orang penerima dan ada 1700 dapur, dapur pertama daerah Sukabumi. Tahun ini ditargetkan 30 ribu dapur dan 82 juta penerima seluruh Indonesia. Penerima dari mulai ibu hamil sampai jenjang sekolah SMA, setiap sekolah mendapatkan program MBG ini, tadinya 82 juta sebagai target penerima kita bagi sampai 5 tahun presiden menjabat, akan tetapi Bapak
Presiden banyak mendengar masih banyak yang belum mendapatkan, yang akhirnya ditargetkan tahun ini akan mendapatkan semua.
Lebih lanjut Dewa mengatakan, “Bahwa Program MBG akan merata buat semua anak bangsa, mau orang kaya ataupun miskin, sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 45, “Mencerdaskan kehidupan bangsa”
Jadi pemerintah berkewajiban, kalau mau dicerdaskan perutnya harus kenyang”.
Saat kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia, ada peran besar dari alumni Prancis yang sudah menjembatani pertemuan antara Presiden Macron dan Presiden Prabowo Subianto sehingga bisa menghasilkan MOU sebesar 600 Euro sebagai inisiasi awal untuk Program MBG. Dan juga menghasilkan penguatan kerjasama dengan beberapa perusahaan dan lembaga negara.
“Untuk kegiatan France Alumni Day 2025, Dewa memberikan masukan agar bisa mengusung tema pembaruan dengan agenda-agenda yang sesuai dengan publik ataupun program-program prioritas pemerintah lainnya dan juga kontribusi dari alumni, bagaimana bisa bermanfaat untuk membangun networking.”




