Fokal.id
  • Home
  • FokalNews
  • FokalAdver
  • FokalFigur
  • FokalKuliner
  • FokalTravel
  • FokalLife
  • FokalTekno
No Result
View All Result
Fokal.id
No Result
View All Result

PENAS XVII 2026 Magnet Investasi Agribisnis, KTNA – FERACO Perkuat Kolaborasi

by Rico Muhammad Aziz
20 June 2026
in FokalLife
Reading Time: 4 mins read
A A
PENAS XVII 2026 Magnet Investasi Agribisnis, KTNA – FERACO Perkuat Kolaborasi
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gorontalo, fokal.id – Ribuan pelaku agribisnis, petani, nelayan, koperasi, akademisi, penyedia teknologi, hingga investor dari berbagai daerah memadati pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kawasan GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6). Ajang akbar tiga tahunan Kelompok Tani Nelayan (KTNA) yang diselenggarakan oleh KTNA dan PT Fery Agung Corindotama (FERACO) ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi petani dan nelayan, tetapi juga berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku usaha, investor, penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, serta pemangku kepentingan sektor pangan nasional.

Area pameran seluas 30.000 meter persegi diikuti lebih dari 300 perusahaan, BUMN, koperasi, perguruan tinggi, lembaga riset, dan pelaku industri pendukung, yang menampilkan beragam inovasi mulai dari alat mesin pertanian modern, teknologi irigasi dan budidaya presisi, bioenergi, pengolahan hasil pertanian dan perikanan, hingga solusi digital untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional.

Sebagai penyelenggara, KTNA dan FERACO merancang kawasan pameran tidak hanya sebagai ruang promosi produk, tetapi juga sebagai pusat interaksi bisnis, transfer teknologi, dan penjajakan investasi yang mempertemukan seluruh rantai nilai sektor pertanian dan perikanan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia pada pembukaan PENAS XVII 2026 semakin menegaskan pentingnya sektor pangan sebagai salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, petani dan nelayan merupakan garda terdepan dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Wapres juga mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian yang telah menyederhanakan berbagai regulasi distribusi pupuk sehingga akses petani terhadap pupuk bersubsidi menjadi lebih mudah dan cepat.

PENAS XVII 2026 digelar di tengah sejumlah tantangan strategis sektor pangan nasional. Mulai dari tekanan perubahan iklim yang mengganggu pola tanam dan produksi, alih fungsi lahan produktif, ketergantungan pada impor beberapa komoditas pangan, hingga kebutuhan percepatan adopsi teknologi di tingkat petani dan nelayan. Selain itu, tingkat susut hasil panen (post-harvest loss) yang masih mencapai 20 persen secara nasional serta terbatasnya akses petani terhadap permodalan dan alat mesin pertanian modern menjadi pekerjaan rumah bersama.

Dalam konteks itulah, PENAS XVII 2026 hadir sebagai bagian dari solusi dengan menghubungkan langsung inovasi teknologi, pembiayaan, dan kebijakan dengan pelaku utama di lapangan dalam sebuah ekosistem terpadu yang tidak hanya menampilkan solusi teknologi, tetapi juga memfasilitasi investasi, transfer pengetahuan, dan kemitraan bisnis yang berkelanjutan antara sektor hulu hingga hilir.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa teknologi menjadi salah satu kunci utama dalam mempercepat transformasi sektor pertanian nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.Dalam kesempatan tersebut, Amran memperkenalkan konsep Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang mengintegrasikan berbagai inovasi dan praktik terbaik pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Amran turut mengapresiasi penyelenggaraan PENAS XVII 2026 yang menghadirkan ruang pembelajaran, transfer teknologi, dan kolaborasi antara petani, nelayan, pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta penyedia teknologi dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Melalui pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pameran sektor industri dan perdagangan sejak 1996, FERACO memandang PENAS XVII 2026 sebagai momentum strategis untuk mempercepat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional.

Momentum Strategis Menuju Lumbung Pangan Dunia

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), HM Yadi Sofyan, mengatakan bahwa PENAS XVII 2026 hadir pada momentum yang tepat ketika Indonesia tengah mempercepat agenda swasembada pangan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi pangan dunia.

Menurutnya, kemajuan sektor pangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin terlihat melalui peningkatan mekanisasi pertanian, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan varietas unggul, hilirisasi produk pangan, hingga tumbuhnya startup agritech yang mendukung efisiensi produksi dan distribusi.

“Untuk menjadi lumbung pangan dunia, yang dibutuhkan bukan hanya peningkatan produksi, tetapi juga kolaborasi yang kuat antara teknologi, investasi, industri, dan pelaku usaha di lapangan. Kami berharap PENAS XVII tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga melahirkan transaksi bisnis yang nyata dan tercipta banyak kerja sama baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing sektor pangan nasional,” ujar HM Yadi Sofyan.

Project Manager FERACO, Ferry, mengatakan bahwa PENAS XVII 2026 hadir pada momentum yang tepat ketika Indonesia tengah mempercepat agenda swasembada pangan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi pangan dunia.

“PENAS XVII bukan hanya ajang pameran, tetapi juga ruang bertemunya inovasi, investasi, dan pelaku usaha dari berbagai daerah. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan kemitraan baru, memperluas akses teknologi, serta mendorong pertumbuhan sektor agribisnis yang lebih modern dan berdaya saing,” ujar Ferry.

KTNA dan FERACO menargetkan pameran ini dikunjungi lebih dari 30.000 pengunjung serta menghasilkan berbagai peluang kemitraan dan transaksi bisnis yang dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional.

Sejumlah program bisnis digelar selama pameran, di antaranya business matching, temu usaha, konsultasi teknologi, serta penjajakan kerja sama investasi yang melibatkan pelaku industri, koperasi, lembaga pembiayaan, dan pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia.

Tiga Sektor Paling Diburu Investor

Berdasarkan data pendaftaran peserta dan ekshibitor, FERACO mencatat tiga sektor yang diprediksi paling banyak diminati investor dan pelaku industri selama penyelenggaraan pameran:

1. Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) – Traktor, pompa air, drone pertanian, dan sistem irigasi cerdas menjadi kebutuhan utama kelompok tani.

2. Teknologi Pascapanen – Inovasi yang mampu menekan susut hasil panen dari rata-rata nasional 20 persen menjadi di bawah 5 persen sangat diburu oleh koperasi dan pengusaha agribisnis.

3. Pembiayaan dan Asuransi Pertanian – Perbankan, fintech, dan perusahaan asuransi hadir untuk memberikan akses modal dan perlindungan risiko bagi petani dan nelayan.

“Kami percaya sebuah pameran yang sukses bukan hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi dari seberapa besar kolaborasi, transaksi, dan peluang usaha baru yang tercipta bagi para pelaku industri. Itulah dampak nyata yang ingin diwujudkan melalui PENAS XVII 2026,” tutup Ferry.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • BERANDA
  • BUSINESS INQUIRY
  • REDAKSI

Copyrights Fokal.id - Forum Komunikasi Alumni Luar Negeri | All Rights Reserved

  • Home
  • FokalNews
  • FokalAdver
  • FokalFigur
  • FokalKuliner
  • FokalTravel
  • FokalLife
  • FokalTekno

Copyrights Fokal.id - Forum Komunikasi Alumni Luar Negeri | All Rights Reserved