Jakarta, fokal.id — Zentara Technologies hari ini (25/5) mengumumkan bahwa telah memperoleh sertifikasi ISO/IEC 42001:2023, standar internasional untuk Artificial Intelligence Management Systems (AIMS). Sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Prescient Security pada 27 April 2026 di bawah akreditasi International Accreditation Service (IAS).
“Kami bangga mengumumkan bahwa melalui pencapaian ini, Zentara Technologies menjadi perusahaan keamanan siber pertama di Indonesia, sekaligus salah satu penyedia teknologi paling awal di dunia yang berhasil memperoleh sertifikasi ini.” — Regal Rauniyar Star, CEO Zentara Technologies
Sertifikasi ini mencakup Sistem Manajemen Artificial Intelligence milik Zentara di Zentara Technologies dan Zentara Labs, termasuk komponen AI pada platform SIEM (ZX) dan sistem AI vulnerability assessment (AVAS), beserta infrastruktur cloud pendukung di AWS dan Google Cloud Platform.
Departemen yang termasuk dalam cakupan sertifikasi meliputi Cybersecurity (Infrastructure, Dev, SecOps), IT Support, Compliance dan InfoSec, Procurement, HR dan Legal, serta Zentara Labs (product, dev, infra, project management, dan AI research). Sertifikasi ini melengkapi sertifikasi ISO/IEC 27001 yang sebelumnya telah dimiliki Zentara untuk manajemen keamanan informasi, menjadikan Zentara sebagai salah satu dari sedikit perusahaan di kawasan yang tersertifikasi untuk kedua standar tersebut.
ISO/IEC 42001 merupakan standar internasional pertama yang menetapkan persyaratan tata kelola kecerdasan buatan di dalam organisasi. Standar ini mengatur kontrol di seluruh siklus hidup AI, mulai dari pengelolaan data, pengembangan model, implementasi, pemantauan, penanganan insiden, hingga penghentian sistem. Proses audit dilakukan dalam dua tahap dan mensyaratkan bukti implementasi kebijakan yang berjalan, bukan sekadar dokumentasi.
Bagi pelanggan di sektor yang memiliki regulasi ketat, ISO/IEC 42001 memberikan jaminan independen bahwa penyedia AI memiliki tata kelola, kontrol risiko, dan struktur akuntabilitas yang memadai untuk menerapkan AI secara bertanggung jawab. Standar ini juga semakin banyak dijadikan acuan regulator, termasuk dalam penyelarasan dengan EU AI Act dan kerangka kebijakan AI yang sedang berkembang di Indonesia. Kerangka pengujian tata kelola AI Verify milik Singapura yang dikembangkan IMDA juga dipetakan langsung ke ISO/IEC 42001, sehingga memberikan jalur yang diakui bagi organisasi tersertifikasi untuk selaras dengan ekspektasi tata kelola AI di Singapura.
Sistem AIMS Zentara mencakup Zentara Technologies (divisi komersial) dan Zentara Labs (R&D), dengan cakupan:
● Tata kelola: AI risk register, inventaris model, dan review berkala oleh komite tata kelola AI lintas fungsi.
● Kontrol siklus hidup: prosedur terdokumentasi untuk pengelolaan data, evaluasi model, pengawasan manusia, dan pemantauan pasca implementasi.
● Respons insiden: integrasi kriteria insiden khusus AI ke dalam jalur eskalasi SOC 24/7 milik Zentara.
● Audit trail: pencatatan keputusan untuk penggunaan AI berisiko tinggi yang disimpan untuk kebutuhan review dan audit eksternal.
“ISO/IEC 42001 mendorong kami untuk mendokumentasikan praktik yang selama ini sudah kami jalankan dan mengujinya melalui proses audit. Nilai utamanya terletak pada mekanismenya: inventaris model yang terus diperbarui, komite review yang aktif bertemu, hingga kontrol yang memiliki bukti implementasi. Itulah yang dimaksud dengan sistem manajemen AI. Kami mengambil sertifikasi ini karena klien kami di sektor perbankan, pemerintahan, dan infrastruktur vital perlu mengetahui bahwa AI yang kami hadirkan memiliki tata kelola yang jelas, bukan sekadar improvisasi.” — Darian Kuswanto, President dan Co-founder, Zentara Technologies




