Jakarta, fokal.id – Sejalan dengan pengembangan ekonomi hijau pada sektor industri modest fashion, pada hari kedua gelaran IN2MOTIONFEST 2025 kembali mengedepankan penerapan konsep sustainability dan optimalisasi penggunaan wastra dan unsur budaya lokal. Tidak hanya dalam wujud koleksi modest fashion yang diperagakan di panggung fashion show, namun dihadirkan pula pameran kain wastra unggulan dari berbagai daerah yang siap diolah menjadi busana siap pakai.
Ragam kain, mulai dari batik, tenun, songket, ulos, tapis, lurik, jumputan, sasirangan, dan lainnya, karya lebih dari 100 artisan wastra Indonesia yang sebagian besar adalah anggota IKRA Indonesia dan UMKM binaan Bank Indonesia. Termasuk, Kementerian/Lembaga didatangkan khusus pada perhelatan IN2MOTIONFEST untuk dipertemukan dengan desainer dan brand Indonesia maupun mancanegara. Melalui program Business Matching Wastra tersebut diharapkan membuka potensi kolaborasi antara artisan wastra dengan pelaku usaha modest fashion.
Kegiatan hari kedua IN2MOTIONFEST 2025 menghadirkan pula “Seminar Re-Code Modest Fashion Innovation with Forecasting 26/27” dengan narasumber Dina Midiani (Trend Forecaster, Researcher & Fashion Teacher), Weda Githapradana (Deputy Education – Research IFC & Fashion Lecturer Universitas Ciputra), dan Rahayu Budhi Handayani (Researcher & Fashion Lecturer – Universitas Ciputra dan Board of IMODEA). “Seminar ini untuk memperkenalkan panduan atau arah perubahan tren makro yang lahir dari pemetaan dinamika sosial, budaya, teknologi, serta kesadaran keberlanjutan yang membentuk lanskap fashion global masa depan. Tentunya dibutuhkan oleh para pelaku industri modest fashion untuk meningkatkan nilai jual, diversifikasi produk, serta perluasan jaringan pasar,” jelas Dina Midiani.
Dengan dukungan dari Bank Indonesia, materi seminar ini diterbitkan dalam buku “Modest Fashion Trend Forecasting (MFTF): Recode 2026/2027” sebagai komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem modest fashion di Indonesia. Mendorong ekonomi kreatif berbasis syariah, memperluas kapasitas pelaku industri fashion, UMKM, dan pengrajin, serta meneguhkan posisi Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia. Dengan demikian, MFTF Recode 2026/2027 berfungsi tidak hanya sebagai panduan estetika, tapi juga gerakan strategis dalam menegaskan identitas dan daya saing industri fashion Indonesia di tingkat global.
Seminar lain yang digiatkan pada hari kedua ini mengangkat tema “From Local to Global: Building A Future-Ready Modest Fashion Business” dengan menghadirkan pembicara: Istafiani Candarini, Owner & Director Kami; Restu Anggraini, Owner & Creative Director ETU; Ayu Dyah Andari, Founder By Ayu Dyah Andari; dan Shafira Umm sebagai moderator. IN2MOTIONFEST tahun ini menghadirkan 1785 koleksi modest fashion dari 214 desainer dan brand tanah air dan mancanegara dalam fashion show dan pameran dagang berstandar internasional. Rangkaian fashion show pada hari kedua IN2MOTIONFEST 2025 diawali dengan parade karya dari Batik Martadireja didukung KPw BI Purwokerto, Elfira Hehanussa didukung KPw BI Provinsi Maluku, Gita Orlin didukung Dekranasda Kota Surabaya dan KPw BI Provinsi Jawa Timur, serta lain sebagainya.
Sekolah mode yang berperan penting dalam menetaskan generasi penerus di industri modest fashion nasional kembali diberikan kesempatan untuk menampilkan karya terbaik dari siswa-siswi didiknya di panggung IN2MOTIONFEST. Seperti dalam parade fashion ini yang mempresentasikan karya dari Binus University, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Telkom University x KEKEAN, dan Universitas Ciputra. Fashion show selanjutnya menampilkan koleksi dari HANDE didukung KPw BI Tasikmalaya, Laa_Craft didukung KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah, Organic Culture by Anita Yuni x ULD SLB Negeri Banyuwangi didukung KPw BI Jember, Osha Surakhman didukung KPw BI Provinsi Sumatra Barat, dan lainnya.




