fokal.id – Mendapatkan beasiswa pertama dari Program Erasmus Mundus dari Uni Eropa, dimana Adhiguna Mahendra belajar di tiga Negara yaitu Inggris Scotland, Spanyol dan Universite de Dijon Perancis dengan jurusan computer vision dan robotic selama dua tahun dari 2006 dan lulus tahun 2008. “Sekolah di Perancis dengan pekerjaan saya yang sekarang ini sangat berhubungan, karena dulu doktoral saya itu mengenai industrial komputer vision dan mesin learning, dimana saya membangun sistem untuk industri komputer vision, sementara yang saya bangun sekarang Smart City IKN yang pastinya banyak terkait bagaimana membuat sistem cerdas berdasarkan surveilans kamera cctv, kemudian membangun sistem cerdas berdasarkan sensor-sensor, itu semua membutuhkan computer vision,”ujar Adhiguna saat ditemui di acara France Alumni Day 2025, Sabtu, 14 Juni 2025.
Adhiguna menjelaskan bahwa ada 6 domain yang penting dalam pembangunan smart city yaitu terkait dengan governance(tata kelola), kesehatan, industri, bangunan cerdas, energi dan lingkungan.
Pembangunan Smart City banyak memanfaatkan teknologi IoT dan AI untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan memastikan kota yang lebih aman, nyaman dan berkelanjutan.
IoT memungkinkan pengumpulan data yang luas dari berbagai sensor dan perangkat yang terhubung ke internet, seperti kamera CCTV, sensor lingkungan, dan perangkat mobilitas. Data ini kemudian dapat diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknologi AI untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan menghasilkan informasi yang berarti bagi warga kota.
Penggunaan teknologi IoT dan AI dalam Smart City akan memungkinkan perkembangan kota yang lebih cerdas dan efisien. Hal ini akan memberikan banyak manfaat bagi warga kota, termasuk kualitas hidup yang lebih baik dan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Pembangunan di IKN masih terus berlanjut, sampai saat ini investasi yang sudah masuk 135 Triliun, dan Presiden Prabowo sudah berkomitmen 48 Triliun akan digelontorkan sampe 2028 untuk membangun legislatif, eksekutif dan yudikatif yang menjadi target tahun 2028 mendatang.
“Kami juga banyak memberikan pelatihan Coding Mom yaitu pelatihan coding bagi ibu-ibu masyarakat sekitar IKN, Solar Mama yaitu pelatihan pembuatan kompor dengan menggunakan tenaga matahari, serta Coding Difabel yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar dengan dunia teknologi, digital, dan pengelolaan energi guna meningkatkan kemandirian dan pengembangan bisnis lokal,” ungkapnya.
Ekonomi disini jadi tumbuh sejak adanya pembangunan IKN, bukan hanya Kalimantan saja bahkan di luar Kalimantan juga merasakan impact ekonominya seperti material dari Sulawesi sampai Malaysia juga merasakan dampaknya. Bagi yang berminat datang ke IKN, ada kunjungan Nusantara dan sudah ada aplikasinya yaitu IKNOW, pesen tiket terlebih dahulu, lalu akan dijemput shuttle bus gratis, sehari bisa mencapai 500 orang, saat weekend bisa 10 ribu orang datang, jadi pedagang-pedagang mendapatkan rezeki dari yang berkunjung ke IKN.
Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dirancang untuk menjadi contoh utama Smart City di Indonesia. IKN diharapkan menjadi kota yang berkelanjutan, cerdas, dan modern yang mengintegrasikan teknologi terkini.
Pemerintah Indonesia memiliki visi untuk membuat IKN tidak hanya sebagai pusat administrasi negara yang baru. Tetapi juga sebagai model kota pintar dan berkelanjutan yang dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dan dunia.(Dita)
Biografi Adhiguna Mahendra S.Kom., M.Sc., M.Kom., M.Eng
2024-sekarang: Mengikuti tes Eselon 2 untuk direktur di Otorita Ibukota Nusantara, Direktur Data dan Kecerdasan Buatan, Otorita Ibu Kota Nusantara
2023-2024 : Tenaga Ahli Smart City Otorita IKN
2022-sekarang : Membangun lembaga konsultasi dan pendidikan AI : SmartX Academy
2021-2022 : Pengajar MBA Central Qeensland University, Australia
2019-2023 : Chief of AI, product & bisnis strategi, Nodeflux
2017-2019 : Bekerja sebagai Direktur Utama dan Teknologi di AeroSistem Garuda Indonesia Group
2016-2017 : Bekerja di Ralali sebagai VP product
2014 : Staf pengajar IT Swiss German University
2013-2016 : Bekerja di Flight Focus Singapura sebagai VP Engineering
2008-2012 : Studi Doktoral sambil bekerja sebagai engineer di Vallourec, Perusahaan penyedia sistem Oil & Gas Perancis
2006-2008 : Master Erasmus Mundus




